Penghuni Apartemen Pavilion Sebut Listrik Mati Sebelum Kebakaran

berita Maluku  Kabar Maluku   Jakarta (MataMaluku) – Penghuni Apartemen Pavilion, Tanah Abang, Jakarta Pusat, menyebut listrik sempat mati dua kali sebelum muncul bau hangus, api, dan asap tebal pada Jumat siang. Salah satu penghuni Tower 3, Ria, mengatakan listrik di apartemen tersebut sempat padam dua kali sekitar pukul 09.30 WIB. Namun, dia belum mengetahui apakah gangguan listrik itu berkaitan dengan kebakaran yang terjadi beberapa jam kemudian. “Tadi pagi sekitar jam 09.30 WIB itu ada sempat mati lampu dua kali, jadi habis nyala, mati lagi. Saya enggak tahu itu berhubungan apa enggak, tapi ya pagi itu sempat mati lampu,” kata Ria kepada wartawan di Jakarta, Jumat. Sekitar pukul 11.00 WIB, Ria mulai mencium bau hangus dari dalam unitnya yang berada di lantai 8. Pada saat yang sama, terdengar teriakan orang dari sekitar gedung. “Terus saya mencium bau hangus itu jam 11.00 WIB-an. Di situ mulai tercium bau hangus dan orang mulai teriak-teriak, kedengaran sampai ke tempat saya,” ujarnya. Asap Hitam Muncul dari Lantai Bawah Ria kemudian mengecek kondisi di luar melalui jendela. Dari sana, dia melihat asap hitam mengepul dari sejumlah unit di lantai bawah yang diduga berasal dari sekitar lantai 5 atau 6. “Saya lihat tadi dari jendela, itu dari bawah, dari jendela bawah itu udah keluar asap. Mungkin sekitar kayak dua tiga lantai di bawah saya. Makanya saya menduga itu dari lantai 6 atau 5,” katanya. Melihat kondisi tersebut, Ria bersama suaminya segera meninggalkan unit dengan membawa kucing peliharaan mereka. Saat hendak keluar, lift sudah tidak dapat digunakan. Keduanya kemudian memilih menggunakan tangga darurat untuk menyelamatkan diri. Tangga Darurat Dipenuhi Asap Menurut Ria, tangga darurat yang digunakan untuk evakuasi juga sudah dipenuhi asap. Kondisi tersebut membuat penghuni harus menahan napas saat turun dari lantai atas. “Tadi saya langsung turun sama suami saya sama kucing saya lewat tangga darurat. Untung masih bisa, tapi sudah penuh asap semua, sampai harus tahan napas,” katanya. Ria juga mengaku tidak melihat alat penyemprot air atau sprinkler menyala selama proses evakuasi. Di sisi lain, sejumlah penghuni lainnya disebut masih berada di dalam unit. Beberapa di antaranya juga mengkhawatirkan hewan peliharaan yang masih tertinggal di dalam gedung. “Sampai sekarang ada beberapa teman-teman yang kucing dan anjingnya masih di dalam. Sampai sekarang masih di dalam (gedung),” ucap Ria. Petugas masih melakukan evakuasi terhadap penghuni yang berada di lantai atas menggunakan unit Bronto Skylift. Sebanyak 23 unit mobil pemadam kebakaran dengan kekuatan 115 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran di Apartemen Pavilion tersebut.